Serial Hanuman MNCTV episode 217

Serial Hanuman MNCTV episode 217 - Kesari mengatakan pada Hanuman bahwa dia sangat bangga padanya. Matang Rishi mengatakan semua orang bangga dengan putra yang memberikan yang terbaik untuk memenuhi kata-kata orang tuanya. Hanuman bilang aku sangat terlambat dalam memenuhi puasa. Ibu seharusnya tidak menunda lagi. Dia pergi untuk membawa puja thaal. Anjana melakukan puja Chandra Dev sementara Matang Rishi mengucapkan mantra. Anjana melengkapi puja nya. Hanuman memberi makan air dan kheer. Nani mengatakan ibumu mendapat energi ekstra setelah makan dari tangan anaknya. Kesari menegaskan fakta. Dia masih hidup begitu melihat dia. Anjana ingin tahu bagaimana Shani Dev memaafkan Chandra Dev. Hanuman setuju untuk menceritakan semuanya secara rinci, tapi katakan pertama apa yang ingin Anda makan. Dia menjawab bahwa dia adalah segalanya baginya. Kehadiranmu di mataku cukup bagiku. Mereka saling berpelukan. Kesari berkomentar bahwa kebahagiaan seorang ibu dan anak adalah dalam senDewa dan kedekatan mereka. Hubungan ini adalah petunjuk dari Dewa itu sendiri.

Serial Hanuman MNCTV episode 217
Serial Hanuman MNCTV episode 217


Pada malam hari, semua badai di luar. Hanuman keluar. Dia mendengar seseorang tertawa terbahak-bahak. Sudah waktunya. Anda tidak bisa melakukan apapun. Hanuman mendongak kaget. Apa itu? Bayangan itu tertawa. Inilah yang akan terjadi dengan orang yang Anda cintai sekarang. Hanuman tercengang. Bahkan membakar pohon di sini. Dia meminta bayangan untuk berhenti. Kamu siapa? Dia melihat bayangan di dekat pintu utama istana. Dia mencoba untuk terbang tapi bayangan telah mengikatnya ke tempatnya. Bayangan itu menjatuhkan sesuatu dan sepertinya ada celah. Hanuman terbangun dengan permulaan. Anjana mendengar suaranya. Hanuman terguncang. Itu adalah mimpi yang sangat buruk. Anjana datang ke sana memanggil namanya. Dia masih memikirkan mimpinya. Anjana menyeka keringat dari wajahnya. Apa yang terjadi? Dia memeluknya. Apakah kamu melihat mimpi buruk? Dia mengangguk. Dia mengatakan bahwa mimpi adalah ilusi. Bila Anda kuat dalam pikiran maka seseorang tidak bisa hanya mengubah situasi tapi masa depannya juga. Kesari juga bergabung dengan mereka. Aku mendengar suara Hanuman. Apa yang terjadi? Anjana berbagi bahwa ia melihat mimpi buruk. Kesari memberinya bunga yang ditawarkan kepada Mahadev. Jauhkan mereka di dekat Anda saat Anda tidur. Anda tidak akan melihat mimpi buruk itu. Anjana memperhatikan Hanuman masih terlihat gelisah. Jaga kepalamu di pangkuanku. Anda tidak akan takut saat itu. Kesari menawarkan untuk tidur dengan anaknya. Anjana dan Kesari dengan manis bertengkar dengan siapa yang akan tidur dengan Hanuman. Hanuman akhirnya tersenyum pada saat besar. Mari kita lihat siapa yang menang. Hanuman mengatakan baik Ma maupun ayah. Hari ini aku akan tidur dengan kalian berdua. Orang yang memiliki tangan orang tuanya di tangannya tidak dapat diganggu oleh apapun. Aku akan tidur di antara kalian berdua. Mereka akhirnya berbagi pelukan keluarga. Ketiganya berbaring tidur. Kesari menyarankan agar Hanuman tidak menjadi takut setelah melihat mimpi buruk. Situasinya bisa jadi tapi tetap kuat. Hanuman setuju. Mereka memutuskan untuk berlatih besok.

Hanuman mengintip orang tua ini. Mengapa anak khawatir saat orangtuanya bersamanya? Anjana bertanya pada Hanuman apa yang terjadi. Tidur sekarang. Dia menuntut untuk mendengar pengantar tidurnya. Anjana dengan gembira menyanyikan lagu pengantar tidur. Hanuman tertidur dalam waktu singkat.

Hanuman terbangun. Mungkin aku terlambat. Dia mencari gada nya. Ayah bilang kita akan berlatih hari ini. Dia mengangkat kedua bulunya dan ayahnya. Akan menyenangkan. Anjana menyuruhnya untuk menyegarkan diri terlebih dulu dan makan sesuatu. Dia menyangkal dan bergegas keluar.

Kesari meminta komandannya memanggil seseorang yang bisa menguraikan mimpi. Hanuman melihat mimpi buruk kemarin. Komandan setuju Kesari tersenyum saat Hanuman datang ke sana sambil memegang kedua kebun itu. Pergilah di area latihan. Aku akan datang saja.

Seorang tentara menyapa Hanuman. Hanuman sangat antusias melihat trik baru lagi bertengkar dari ayahnya. Ayahku tahu banyak banyak trik. Aku menggunakan mereka untuk bertarung dengan Asura. Prajurit itu mengangguk. Kesari datang kesana. Hanuman memberinya gada hari ini. Saya akan berlatih dengan Anda hari ini. Kesari setuju. Kesari terasa agak aneh saat berlatih. Hanuman bisa merasakan ada yang salah dengan kaki ayahnya. Dia khawatir tapi Kesari berpura-pura tidak ada yang salah. Fokus pada latihan Anda. Mereka melanjutkan latihan tapi Kesari tidak enak badan. Hanuman meninggalkan gada-garanya dengan seorang tentara dan melakukan hal yang sama dengan ayahnya. Kesari meminta gurauannya tapi Hanuman mendesak ayahnya untuk menunjukkan kakinya. Ada luka di bawah kakinya. Anda pasti kesakitan.

Kaal Dev berpikir Hanuman akan menyelesaikan puasa ibunya sekarang. Seharusnya dia ada di sini sekarang tapi ternyata tidak. Dia layak dihukum sesuai peraturan.
  • Judul Film : Hanuman
  • Judul Asli : Sankat Mochan Mahabali Hanumaan
  • Stasiun Televisi : MNCTV
  • Episode : 217
  • Genre :  Serial - Fantasy
  • Bahasa : Indonesia

Selanutnya Serial Hanuman MNCTV episode 218

Serial Hanuman MNCTV episode 217